Jayapura – Mantan Panglima Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM) Markas Victoria, Lambertus Pekuikir, menyerukan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan di Kabupaten Keerom, Papua. Ia berharap kondisi aman dan kondusif yang telah terbangun selama ini dapat terus dipertahankan oleh seluruh elemen masyarakat.
Lambertus, yang juga dikenal sebagai pencetus gerakan Keerom Damai pada tahun 2014, menegaskan bahwa situasi keamanan di Kabupaten Keerom hingga saat ini berada dalam keadaan aman dan terkendali. Menurutnya, stabilitas tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama masyarakat dalam menjaga perdamaian.
“Situasi di Keerom sampai hari ini aman dan terkendali. Tidak benar jika ada isu yang mengatakan masyarakat terpecah atau terjadi konflik. Justru masyarakat hidup rukun dan saling menghargai,” ujar Lambertus
Ia menilai bahwa berbagai isu yang tidak jelas kebenarannya kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memprovokasi dan memecah belah persatuan masyarakat. Oleh karena itu, Lambertus mengimbau warga agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Lambertus juga menekankan bahwa selama ini masyarakat Keerom, baik penduduk asli maupun pendatang, hidup berdampingan secara harmonis. Menurutnya, kebersamaan dan toleransi tersebut merupakan modal penting bagi masa depan Keerom yang damai.
“Masyarakat Keerom hingga saat ini, baik penduduk asli maupun pendatang, hidup berdampingan dan tidak terpecah belah hanya karena isu-isu yang tidak jelas adanya,” katanya.
Lebih lanjut, Lambertus mengajak seluruh masyarakat Keerom untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan agar daerah tersebut tetap aman dan damai. Ia juga mendorong peran aktif seluruh instansi TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, paguyuban, serta dewan adat dalam menjaga perdamaian yang telah terbangun.
“Kedamaian ini bukan dibangun oleh satu pihak saja, tetapi merupakan hasil kerja bersama. Karena itu, mari kita jaga bersama-sama dan jangan mudah terprovokasi,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Lambertus juga meminta kelompok-kelompok yang tengah menunjukkan eksistensinya agar tidak melibatkan masyarakat sipil, terlebih melakukan aksi kekerasan yang dapat merugikan warga tidak bersalah.
“Saya meminta agar masyarakat sipil tidak dilibatkan dan tidak menjadi korban. Mari kita hindari tindakan kekerasan dan bersama-sama menjaga kedamaian di Tanah Papua,” pungkas Lambertus.

