Kabupaten Puncak – Kepala Suku Besar Kabupaten Puncak, Abelom Kogoya, menyampaikan himbauan tegas kepada seluruh masyarakat serta kelompok bersenjata (KKB) agar tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, khususnya aksi kekerasan dan perusakan fasilitas umum di wilayah Puncak.
Dalam pernyataannya di Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Senin (13/04/2026), Abelom Kogoya menegaskan bahwa situasi keamanan di Kabupaten Puncak harus dijaga bersama demi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Ia secara khusus menyoroti tindakan KKB yang selama ini kerap melakukan aksi pembakaran bangunan dan kekerasan terhadap warga, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
“Kami minta dengan tegas kepada KKB agar tidak lagi membunuh masyarakat secara sembarangan, terlebih kepada guru dan tenaga kesehatan yang datang untuk membantu masyarakat. Mereka hadir untuk membangun, bukan untuk disakiti,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abelom Kogoya juga mengkritisi keras aksi pembakaran fasilitas umum yang dinilai sangat merugikan masyarakat sendiri. Menurutnya, bangunan seperti sekolah, puskesmas, dan fasilitas pemerintah lainnya dibangun untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Puncak, bukan untuk dihancurkan.
“Bangunan yang ada itu untuk masyarakat Puncak. Kalau dibakar, yang rugi kita sendiri. Anak-anak tidak bisa sekolah, masyarakat tidak bisa berobat. Ini tindakan KKB yang sangat merugikan dan tidak berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan yang saat ini berjalan di Kabupaten Puncak merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, segala bentuk gangguan, terutama dari KKB, harus dihentikan.
Selain itu, Abelom Kogoya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah serta mendukung aparat TNI-Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Ia menilai, kolaborasi antara masyarakat dan aparat sangat penting agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan dengan baik.
Himbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian tokoh adat terhadap kondisi keamanan di Kabupaten Puncak yang belakangan terganggu oleh aksi-aksi KKB, seperti pembakaran bangunan dan teror terhadap masyarakat. Diharapkan, dengan adanya seruan tegas dari Kepala Suku Besar, tidak ada lagi aksi kekerasan maupun perusakan yang dilakukan oleh KKB, sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan damai.

