Jayapura – Sebanyak 152 siswa asal Papua resmi memulai pendidikan jenjang SMA dan SMK di berbagai sekolah unggulan di Provinsi Jawa Timur melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tanah Papua.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut para peserta ADEM dan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda Papua.
"Kami ingin anak-anak Papua mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan terbaik. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan persiapkan diri menjadi generasi yang kelak membangun Papua serta Indonesia," ujar Khofifah.
Ia mengatakan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, para siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, menjaga semangat belajar, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan selama menempuh pendidikan di Jawa Timur.
Khofifah juga memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama seluruh sekolah penyelenggara akan memberikan pendampingan kepada para peserta agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Otorita Percepatan Pembangunan Papua (OPP) Velix Wanggai mengapresiasi konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menerima peserta Program ADEM setiap tahunnya.
"Program ADEM merupakan investasi strategis untuk mencetak generasi Papua yang unggul. Kami berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin sehingga nantinya kembali ke daerah asal dengan membawa ilmu pengetahuan, pengalaman, dan semangat untuk membangun Papua," kata Velix.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa peserta Program ADEM Papua Tahun 2026 berjumlah 152 siswa yang berasal dari enam provinsi di Tanah Papua. Mereka terdiri atas 15 siswa dari Papua Barat, 30 siswa dari Papua Tengah, 35 siswa dari Papua Selatan, 40 siswa dari Papua Pegunungan, dan 32 siswa dari Provinsi Papua.
"Mereka akan menempuh pendidikan di sejumlah SMA dan SMK yang telah ditunjuk sebagai sekolah penyelenggara Program ADEM di Jawa Timur. Kami berharap seluruh peserta dapat berprestasi, beradaptasi dengan baik, serta menjadi duta persahabatan dan kebhinekaan," ujar Aries.
Program ADEM merupakan salah satu program afirmasi pemerintah yang bertujuan memperluas akses pendidikan menengah bagi peserta didik dari Papua dan daerah afirmasi lainnya.
Melalui program tersebut, diharapkan lahir generasi muda Papua yang memiliki daya saing, karakter kebangsaan yang kuat, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
