Max Ohee Ajak Generasi Muda Papua Pahami Sejarah dan Jaga NKRI

    


Jayapura - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Provinsi Papua, Max Abner F. Ohee, mengajak generasi muda untuk memahami sejarah perjalanan Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menyadari hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Pesan tersebut disampaikan Max Ohee dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (22/8/2026).


Menurut Max Ohee, generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, pemahaman mengenai identitas, sejarah, serta tanggung jawab sebagai warga negara dinilai penting sebagai pegangan dalam kehidupan bermasyarakat.


“Generasi muda harus mengetahui jati dirinya dan memahami bahwa sebagai warga negara, kita bukan hanya memiliki hak, tetapi juga tanggung jawab,” ujar Max Ohee.


Ia mengatakan, salah satu tanggung jawab bersama adalah menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua, termasuk di tingkat kampung, distrik, kabupaten, dan kota.


Di sisi lain, masyarakat juga memiliki berbagai hak untuk memperoleh pendidikan, menjalankan aktivitas, serta mendapatkan kesempatan mengembangkan diri. Namun, menurut Max, pemenuhan hak tersebut harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Max Ohee juga menyinggung sejarah Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) Tahun 1969 yang, menurut pandangannya, merupakan bagian penting dari proses sejarah Papua dalam NKRI.


Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan PEPERA telah melibatkan perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah Papua yang pada saat itu menyatakan pilihan untuk bergabung dengan Indonesia.


“Generasi muda perlu memahami perjalanan sejarah Papua agar memiliki dasar dan pegangan dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang saat ini,” katanya.


Menurut Max, hasil proses tersebut kemudian menjadi bagian dari catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena itu, ia meminta generasi muda untuk memahami sejarah berdasarkan dokumen dan proses yang telah terjadi.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi atau isu-isu provokatif yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan konflik di tengah kehidupan sosial.


“Kalau kita terus mempertentangkan persoalan yang sama tanpa melihat proses sejarah yang telah dilalui, maka energi, waktu, dan tenaga kita akan habis. Lebih baik generasi muda memikirkan bagaimana membangun masa depan Papua,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Max mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga silaturahmi, kebersamaan,persatuan serta nilai kebhinnekaan di Tanah Papua.


Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan latar belakang masyarakat harus menjadi kekuatan untuk saling menopang dan membangun kehidupan yang harmonis.


Max Ohee mengajak masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang tinggal di Papua untuk terus membangun kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan perhatian dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan.


“Kita semua hidup bersama di atas tanah ini. Karena itu, mari saling menghargai, saling membantu, dan saling menopang sebagai sesama makhluk sosial,” katanya.


Ia menilai pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong kemajuan Papua. Pendidikan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan kapasitas masyarakat harus terus mendapat perhatian bersama.


Menurutnya, semangat kebersamaan antara masyarakat asli Papua dan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan.


Max Ohee berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan saling menghargai.


Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Papua sebagai rumah bersama, sehingga kehidupan sosial, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pembangunan dapat berjalan dengan baik.


“Mari setelah perayaan kemerdekaan ini kita semakin menghargai satu sama lain. Papua adalah rumah kita bersama dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya agar tetap aman dan damai,” ujarnya.


Melalui semangat persatuan dan kebhinnekaan, BMP RI Papua berharap seluruh masyarakat dapat terus menjaga keamanan dan ketertiban serta berkontribusi dalam membangun Papua menuju kehidupan yang lebih maju dan sejahtera.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama