MPM dan Kemenko PMK, Gelar Sosialisasi dan Penguatan Negara Pancasila Sebagai Darul 'Ahdi Wasy-Syahadah'

Della
0




Jogjakarta.Radarnasional.net
Sebagai tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia.

Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dan Kemenko PMK RI, melakukan kerjasama sosialisasi dan penguatan Negara Pancasila Darul 'Ahdi Wasy-Syahadah bagi kader Muhammadiyah dan kelompok dampingan MPM, sabtu ,5/10/2019, di Aula Kantor PP Muhammadiyah, jalan Cik di Tiro,no.23, Yogyakarta.

Sejak awal berdirinya pada tahun 1912, Muhammadiyah tidak ada masalah dengan konsep negara yang dipakai oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) , bahkan sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah telah mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila, fakta tersebut sebagai bukti bahwa Muhammadiyah telah lama mendukung eksistensi NKRI. ujar Ketua PP Muhammadiyah.

Meski demikian, hal-hal mendasar mengenai ke Indonesiaan tetap perlu dikuatkan dan ditumbuh suburkan disetiap kalangan, terlebih kepada, kelompok rentan atau mustadh'afin, sehingga mereka tetap bisa menjaga kecintaan terhadap negaranya.

Bukan hanya menjaga eksistensi Indonesia melalui gagasan yang dibuatnya, melainkan Muhammadiyah juga mewakafkan tokoh-tokohnya untuk memperjuangkan Indonesia, kata Dr.Agung Danarto.

Acara ini diikuti oleh kelompok dampi gan, Industri Kecil Menengah (IKM) Sediyo Maju Ngoro-oro, Pusaka Mulia Kokap,Pedagang Asongan Surya Mandiri (ASM), kelompok pemulung Ngayogyokarto Adi Makaryo ( Mardiko), Jama'ah Tani Muhammadiyah (Jatam), dan Kelompok Difabel dampingan MPM PP Muhammadiyah.

Nara sumber , Ketua MPM PP Muhammadiyah,Dr.Nurul Yamin, M.Si.,
Ketua PP Muhammadiyah, Dr.Agung Danarto., Kasubdit di Asdep Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama, Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Dr.Abu Nasir.

Dalam materinya Dr.Abu Nasir, mengatakan, Mengapa perlu Revolusi Mental..? karena ada kecenderungan karakter/aklak bangsa Indonesia telah bergeser dari nilai-nilai pancasila,yaitu melemahnya aklak dan moral, kurangnya toleransi dalam kehidupan beragama, rasa kedaerahan yang sempit, kurangnya rasa kegotong-royongan dan kurangnya rasa keadilan sosial di masyarakat.

Maka perlunya revitalisasi pembangunan karakter bangsa, dan revitalisasi serta akrualisasi  nilai-nilai pancasila, ujarnya.

Faozan Amar, tim kerja tindak lanjut kerjasama MoU mengatakan, Indonesia adalah dar al-syahadah,rumah bagi suluruh warga negara, dan tempat untuk berhikhmad dan membuktikan bahwa dengan Pancasila,Indonesia dan ajaran Islam, akan mampu mewujudkan cita-citanya sebagai negara yang merdeka, bersatu , berdaulat, adail dan makmur, pungkasnya.(ome)

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
4/related/default