Lumajang, Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor di tingkat desa. Babinsa Tunjung Koramil 0821-04/Gucialit, Serma Marsuri melaksanakan kegiatan pendampingan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kegiatan Pawon Urip di Dusun Sidomulyo, Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (31/12/2025).
Kegiatan pembinaan Pawon Urip tersebut dirangkaikan dengan pelatihan pembuatan pupuk organik cair, sebagai langkah nyata dalam mendorong kemandirian masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan pangan sehat dan ramah lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Babinsa Tunjung Serma Marsuri menegaskan bahwa keterlibatan TNI melalui Babinsa merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, Pawon Urip tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan pangan keluarga yang berkelanjutan.
“Melalui pendampingan ini, kami ingin mendorong warga agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, sekaligus memanfaatkan potensi pekarangan yang ada,” ujar Serma Marsuri di sela kegiatan.
Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Gucialit, Idham Firmansyah, menyampaikan bahwa sinergi antara Babinsa, PPL, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program Pawon Urip. Ia menilai kolaborasi ini mampu mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi pertanian sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
“Pembuatan pupuk organik cair menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, karena selain ramah lingkungan, juga dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas tanaman,” jelas Idham.
Hal senada disampaikan PPL Desa Tunjung, Subechan Yusuf, yang menekankan bahwa pendampingan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar program Pawon Urip benar-benar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Ia berharap warga semakin terampil mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk yang bernilai guna.
Ketua Poktan Sidomulyo Desa Tunjung, Moh Rais, mengapresiasi keterlibatan Babinsa dan BPP dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan langsung di lapangan memberikan motivasi tambahan bagi anggota kelompok tani dan warga untuk lebih aktif mengembangkan Pawon Urip di lingkungan masing-masing.
“Program ini sangat membantu, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi rumah tangga,” pungkasnya.
Melalui sinergi Babinsa, BPP, dan masyarakat, program Pawon Urip di Desa Tunjung diharapkan mampu menjadi contoh nyata penguatan ketahanan pangan berbasis desa, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan. (Pendim0821)

0 Komentar