Pendampingan Babinsa Tegalrejo, Langkah Nyata Wujudkan Ketahanan Pangan Lokal

 


Lumajang – Komitmen dalam mendukung Hanpangan lokal, Babinsa Tegalrejo Koramil 0821-18/Tempursari, Serda Hartono, melaksanakan pendampingan pengolahan lahan dan tanam padi di lahan milik Safrudin, anggota Kelompok Tani Tegalsari III, yang berlokasi di Dusun Tegalsari, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (7/1/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan nyata TNI AD terhadap program ketahanan pangan (Hanpangan) nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI yang menekankan pentingnya kemandirian pangan, peningkatan produktivitas pertanian, serta kesejahteraan petani sebagai fondasi ketahanan nasional.


Dalam kesempatan itu Serda Hartono menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa tidak hanya sebatas membantu secara fisik, namun juga memberikan motivasi dan dorongan kepada petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian secara optimal.


“Pendampingan ini merupakan wujud kepedulian TNI dalam mendukung program pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan. Harapannya, produktivitas padi meningkat dan petani semakin sejahtera,” ujarnya.


Sementara itu Ketua Kelompok Tani Tegalsari III, Dadang, menegaskan bahwa kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk sinergi nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional ditingkat lokal. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah petani tidak hanya membantu proses pengolahan lahan dan tanam padi, tetapi juga meningkatkan semangat dan kedisiplinan petani dalam menerapkan pola tanam yang tepat.


“Pendampingan ini sangat sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden RI. Dengan adanya dukungan Babinsa, petani semakin termotivasi untuk mengelola lahan secara maksimal, sehingga hasil produksi padi diharapkan meningkat dan mampu menjaga ketersediaan pangan di tingkat lokal hingga nasional,” jelasnya.


Melalui sinergi antara Babinsa, kelompok tani, dan masyarakat, diharapkan program Hanpangan dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi pilar utama dalam mewujudkan swasembada pangan. Langkah itu sekaligus menegaskan bahwa Asta Cita Presiden RI bukan sekadar konsep, melainkan diwujudkan secara konkret hingga ke tingkat desa demi ketahanan pangan nasional yang kuat dan berdaulat. (Pendim0821)

Posting Komentar

0 Komentar