TANAH BUMBU — Upaya pencarian terhadap Ibu Kopsah (74 tahun), warga RT 004 Dusun 002 Desa Tri Martani, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, terus dilakukan hingga Rabu (25/03/2026).
Kegiatan pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kepala Desa Mardianto, Babinsa Serka Sunarto, Bhabinkamtibmas Aipda Khoirul Yamin, tim rescue PPA, tim rescue CK, tim rescue BIB, tim Basarnas Tanah Bumbu, pecalang adat, pemangku adat, serta masyarakat Desa Tri Martani.
Menurut laporan keluarga, Ibu Kopsah meninggalkan rumah pada Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 08.00 WITA tanpa sepengetahuan keluarga yang saat itu sedang melaksanakan ibadah Idul Fitri. Menyadari keberadaannya tidak diketahui, pihak keluarga segera melapor ke aparat desa dan warga sekitar.
Penyisiran dilakukan dengan membagi tim ke beberapa sektor, meliputi area belakang rumah, kebun karet warga, kebun kelapa sawit BUMDes Tirta Amerta Jaya, serta aliran sungai Desa Tri Martani.
Hari pertama: pencarian dilakukan oleh warga desa hingga malam hari.
Hari kedua: melibatkan 60 orang warga bersama Babinsa.
Hari ketiga: pencarian diperluas dengan melibatkan 100 orang dari berbagai instansi, tim rescue, relawan, dan masyarakat.
Hari keempat: pencarian dilanjutkan dengan 50 orang dari tim gabungan, termasuk Basarnas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat.
Hingga hari keempat, pencarian belum membuahkan hasil dan akan terus dilanjutkan selama tiga hari ke depan dengan melibatkan lebih banyak unsur.
Dalam kesempatan lain, Danramil 1022-06/Sungai Loban Kapten Inf Sahlan Nurdibyanto, mewakili Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan apresiasi atas sinergi semua pihak dalam upaya pencarian.
“Pencarian ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan. Kehadiran TNI melalui Babinsa bertujuan mendukung pemerintah desa, aparat kepolisian, tim rescue, dan masyarakat agar pencarian berjalan aman, tertib, dan terkoordinasi. Kami berharap kerja sama ini segera membuahkan hasil dan Ibu Kopsah dapat ditemukan,” ujar Kapten Sahlan Nurdibyanto.
Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus memperkokoh kebersamaan masyarakat di wilayah Sungai Loban. (*)

