PUNCAK, PAPUA TENGAH — Tiga mantan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kelompok Kalenak Murib yang sebelumnya terlibat aksi gangguan keamanan berupa penembakan saat pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Distrik Sinak pada 2025, secara resmi menyatakan ikrar setia kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ikrar setia tersebut dilaksanakan dalam Acara Ikrar NKRI yang berlangsung di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Rabu (21/1). Prosesi ini disaksikan langsung oleh aparat keamanan serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam pernyataan ikrarnya, ketiga eks anggota KKB menyatakan komitmen penuh untuk setia kepada NKRI, menolak segala bentuk gerakan separatis, serta siap mendukung upaya menciptakan keamanan, ketertiban, dan percepatan pembangunan di wilayah Papua, khususnya Distrik Agandugume.
Salah satu perwakilan eks KKB, Kataw Kulua, menegaskan bahwa keputusan kembali ke NKRI diambil berdasarkan kesadaran pribadi tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun. Ia mengakui bahwa jalan kekerasan dan perpecahan tidak membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kesadaran ini muncul dari hati nurani kami sendiri. Kekerasan tidak membawa kesejahteraan, justru menyengsarakan masyarakat dan menghambat kemajuan Papua,” ujarnya.
Kepala Distrik Agandugume, dalam pernyataannya, menyambut baik ikrar setia tersebut dan berharap para eks anggota KKB dapat konsisten dengan komitmen yang telah diucapkan. Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga perdamaian dan keamanan wilayah.
“Kami berharap ikrar ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah distrik membuka ruang pembinaan agar mereka dapat kembali hidup bermasyarakat secara normal dan produktif,” kata Kepala Distrik Agandugume.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau provokasi kelompok KKB serta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui keberadaan simpatisan atau anggota kelompok bersenjata tersebut.
Apresiasi turut disampaikan oleh tokoh masyarakat Distrik Agandugume, Meinus Tabuni. Ia berharap ikrar setia ini menjadi contoh dan pemantik kesadaran bagi pihak-pihak lain yang masih terlibat dalam gerakan separatis.
“Kami berharap langkah ini membawa perubahan positif, sehingga Papua menjadi wilayah yang aman, damai, dan sejahtera. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut dan trauma,” ujarnya.

