Lewat Komsos, Babinsa Bedayu Motivasi Pengembangan Usaha Lebah Madu Lokal

 


Lumajang – Upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa terus dilakukan melalui pendekatan komunikasi sosial, Babinsa Bedayu Koramil 0821-03/Senduro, Sertu Sularso, yang melaksanakan Komsos bersama pengusaha muda peternakan lebah madu, Andri Fahruzi, di Dusun Karang Rejo RT 003 RW 005 Desa Bedayu, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (10/1/2026).


Kegiatan Komsos tersebut menjadi wadah dialog konstruktif antara aparat kewilayahan dan pelaku usaha muda yang mengembangkan potensi lokal berbasis sumber daya alam. Dalam pertemuan itu, Sertu Sularso meninjau langsung aktivitas budidaya lebah madu yang dikelola Andri Fahruzi, sekaligus berdiskusi mengenai proses pemeliharaan, produksi, hingga peluang pengembangan usaha ke depan.


Usaha peternakan lebah madu yang dikembangkan Andri Fahruzi memfokuskan pada dua jenis madu unggulan, yakni madu tawon dan madu klanceng. Kedua jenis madu tersebut dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi serta manfaat kesehatan yang besar, sehingga memiliki peluang pasar yang menjanjikan, baik di tingkat lokal maupun regional.


Sertu Sularso menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa melalui Komsos bertujuan memberikan motivasi dan dukungan moril kepada generasi muda agar berani berinovasi dan mandiri secara ekonomi. Menurutnya, wirausaha peternakan lebah madu merupakan contoh nyata pemanfaatan potensi desa yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.


“Pengusaha muda seperti ini perlu terus didorong agar mampu menjadi penggerak ekonomi desa. Selain membuka lapangan kerja, budidaya lebah madu juga mendukung pelestarian lingkungan,” ujar Sertu Sularso di sela kegiatan.


Sementara itu Andri Fahruzi menjelaskan bahwa usaha peternakan lebah madu yang dirintisnya tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memiliki visi pengembangan jangka panjang. Ke depan, ia berencana memperluas jumlah koloni lebah madu tawon dan klanceng dengan tetap menjaga kualitas serta kelestarian lingkungan sekitar sebagai faktor utama keberhasilan budidaya.


Menurut Andri, peningkatan kapasitas produksi akan dibarengi dengan penguatan manajemen usaha, mulai dari perbaikan teknik panen yang higienis, pengemasan yang lebih modern, hingga pengurusan legalitas produk agar madu hasil ternakannya mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Ia juga menargetkan pemasaran digital sebagai sarana untuk menjangkau konsumen di luar daerah.


“Harapan kami, usaha madu ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi bagi keluarga, tetapi juga bisa membuka peluang kerja bagi warga sekitar dan menjadi produk unggulan Desa Bedayu,” ungkapnya. (Pendim0821)

Posting Komentar

0 Komentar