Penandatanganan MoU “Keris Go To Campus” dan Sosialisasi Budaya Perkerisan di Lumajang

 


Lumajang — Bertempat di Markas Yayasan Pati Nambi, Dusun Sarirejo I RT 002 RW 001 Desa Kebonsari Kecamatan Sumbersuko, telah dilaksanakan kegiatan Penandatanganan MoU “Keris Go To Campus” antara Yayasan Pati Nambi dengan Universitas Lumajang (UNILU), disertai Sosialisasi Budaya Perkerisan kepada perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Lumajang, Sabtu (10/1/2026). 


Kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara tersebut dihadiri tokoh budaya, akademisi, dan unsur pesantren. Program MoU ini bertujuan membawa edukasi perkerisan ke lingkungan kampus serta memperluas pemahaman sejarah dan filosofi keris kepada generasi muda.


Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, yang turut hadir, menyampaikan bahwa TNI mendukung penuh langkah pelestarian budaya lokal yang memiliki nilai sejarah dan jati diri bangsa.


“Keris bukan sekadar pusaka, tetapi simbol karakter, kearifan, dan jati diri Nusantara. Kami di Kodim 0821 mendukung penuh upaya edukasi budaya kepada generasi muda, termasuk melalui kerjasama kampus dan pesantren,” tegas Kasdim.


Selain MoU, kegiatan juga diisi dengan paparan sejarah keris, filosofi pamor, hingga nilai moral yang terkandung dalam budaya tosan aji. Para peserta dari berbagai pondok pesantren diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian budaya di tengah perkembangan modern.


Kasdim menambahkan bahwa sinergi antara akademisi, budayawan, dan pesantren sangat strategis.


“Pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri. Perlu sinergi semua komponen bangsa agar warisan leluhur tetap hidup, dipahami, dan diwariskan,” tambahnya.


Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias, menandai langkah awal kerjasama budaya antara Yayasan Pati Nambi dan Universitas Lumajang untuk memperluas wawasan budaya perkerisan di wilayah Lumajang. (Pendim 0821).

Posting Komentar

0 Komentar