Lumajang - Komitmen bersama dalam mewujudkan percepatan penurunan angka stunting terus ditunjukkan di wilayah pedesaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Pandansari Pos Koramil 0821-05/Kedungjajang, Serka Ambrin, yang melaksanakan kegiatan pendampingan dan monitoring pelayanan kesehatan balita di Posyandu Mawar, Dusun Krajan RT 007 RW 004, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi nyata antara TNI dan tenaga kesehatan dalam mendukung program pemerintah, khususnya pada sektor kesehatan ibu dan anak sebagai langkah strategis pencegahan stunting sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, Serka Ambrin aktif mendampingi Bidan Desa Pandansari, Ani Triastutik, Amd.Keb., dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada balita. Tercatat sebanyak 18 anak balita mengikuti pemeriksaan rutin yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan tumbuh kembang, serta pemberian edukasi gizi kepada para orang tua.
Serka Ambrin menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus wujud kepedulian TNI terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
“Pendampingan ini bertujuan memastikan pelayanan berjalan lancar, sekaligus memberikan motivasi kepada orang tua agar rutin membawa anak ke Posyandu. Pencegahan stunting harus dilakukan bersama sejak dini,” ujarnya.
Bidan Desa Pandansari, Ani Triastutik, Amd.Keb., menekankan pentingnya peran aktif orang tua yang memiliki balita serta ibu hamil dalam memantau perkembangan kesehatan secara rutin. Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya stunting sejak dini.
“Orang tua yang memiliki balita dan ibu hamil diharapkan rutin datang ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan kesehatan. Dengan pemantauan berkala, apabila ditemukan gangguan tumbuh kembang atau kekurangan gizi, dapat segera ditangani lebih awal,” jelas dia.
Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan rutin tidak hanya sebatas penimbangan dan pengukuran tinggi badan, tetapi juga sebagai sarana edukasi mengenai pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.
“Jika ibu hamil dan orang tua balita aktif memeriksakan kesehatan secara rutin, maka upaya percepatan penurunan stunting akan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Pendim0821)

