Jayapura – Kepolisian Daerah Papua mengajak seluruh masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Tahun Anggaran 2026.
Ajakan tersebut disampaikan saat Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan 2026 yang digelar di Lapangan Apel Mapolda Papua, Kota Jayapura, Senin (02/02/2026).
Apel tersebut dipimpin oleh Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol Selamat Topan, S.I.K., M.Si., dan dihadiri para pejabat utama Polda Papua, Kasi Gakkum Pomal Kodaeral X, Mayor Laut (P) Guntur, DanPomDam XVII/CEN, Kolonel CPM Laksono Puji Lisdyanto, S.H, Pimpinan wilayah PT. jasa Raharja Papua, Herman haurisa, S.E, M.M dan seluruh personel Polda Papua.
Dalam amanatnya, Karo Ops Polda Papua menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan 2026 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, secara serentak di 38 Provinsi di seluruh Indonesia. Operasi ini bertujuan menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
“Operasi Keselamatan ini mengedepankan langkah-langkah preventif dan edukatif. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas demi keamanan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ungkap Karo Ops.
Karo Ops menjelaskan, berdasarkan data Polda Papua, jumlah pelanggaran lalu lintas pada periode 2024–2025 mengalami peningkatan, namun angka kecelakaan lalu lintas justru menunjukkan penurunan yang signifikan.
“Tahun 2024 tercatat 98 kasus kecelakaan lalu lintas, sementara pada tahun 2025 turun menjadi 49 kasus. Penurunan ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan mulai memberikan hasil positif,” jelasnya.
Operasi Keselamatan 2026 menyasar pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan roda empat, pejalan kaki, pengemudi angkutan umum, serta seluruh pengguna jalan. Fokus pemeriksaan meliputi kelengkapan surat kendaraan bermotor, penggunaan helm standar SNI, sabuk pengaman, kelayakan kendaraan, serta penindakan terhadap penggunaan knalpot tidak sesuai standar dan pelanggaran lalu lintas lainnya.
Lokasi prioritas pelaksanaan operasi meliputi jalan utama, kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, bandara, pelabuhan, pasar, halte transportasi, serta lingkungan sekolah.
Melalui Operasi Keselamatan 2026, Polda Papua juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu melengkapi surat-surat kendaraan, tidak melanggar rambu lalu lintas, tidak menggunakan handphone saat berkendara, serta menghindari berkendara dalam pengaruh alkohol. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Kombes Pol Topan.
Ia menambahkan, kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi, ditekankan agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan mengutamakan keselamatan.
“Laksanakan tugas dengan pendekatan persuasif dan humanis, sehingga kehadiran Polri di lapangan benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pungkasnya.
Apel Gelar Pasukan ini menandai kesiapan Polda Papua beserta seluruh unsur terkait dalam mendukung suksesnya Operasi Keselamatan 2026 guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Papua.

