Lumajang — Forkopimda Kabupaten Lumajang menggelar Pameran Pusaka dan Edukasi bertema “Melestarikan Pusaka Nusantara” di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang rekognisi budaya dan sarana strategis untuk memperkuat jati diri bangsa melalui pelestarian warisan leluhur.
Pameran tersebut memamerkan berbagai pusaka tradisional—keris, tombak, pedang, hingga artefak historis lain—yang memiliki nilai filosofi, seni, dan sejarah tinggi. Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi tentang makna pusaka dalam konteks kebudayaan Nusantara serta relevansinya bagi generasi masa kini.
Kepada media, Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menegaskan bahwa pelestarian pusaka memiliki korelasi kuat dengan ketahanan budaya, yang pada akhirnya mempengaruhi ketahanan nasional.
“Pusaka Nusantara adalah potret perjalanan sejarah bangsa. Di dalamnya ada nilai patriotisme, keberanian, keteguhan, dan kehormatan para leluhur. Ketika kita melestarikan pusaka, kita sedang memperkuat pondasi ketahanan budaya sekaligus mempertahankan identitas bangsa di tengah perubahan zaman,” tegas Dandim.
Ia menyampaikan bahwa TNI—khususnya Kodim 0821—siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan unsur budaya untuk menjaga kelestarian pusaka, karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sejalan dengan jati diri TNI sebagai tentara rakyat.
“TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjaga roh perjuangan para pendahulu yang tercermin dalam artefak budaya. Semangat itu harus diwariskan kepada generasi muda agar mereka tidak tercerabut dari akar sejarahnya,” imbuhnya.
Dandim juga menekankan bahwa ancaman modern bukan hanya fisik, tetapi juga ancaman pergeseran nilai, lunturnya karakter kebangsaan, hingga degradasi pemahaman sejarah. Karena itu, pameran pusaka menjadi media penting untuk transfer nilai perjuangan kepada generasi muda.
"Generasi muda harus diperkenalkan pada sejarah bangsanya, Pusaka bukan benda mistis, tetapi simbol identitas, Pelestarian budaya adalah investasi jangka panjang untuk karakter bangsa," pungkasnya. (Pendim 0821).

0 Komentar